Nge-bola dulu yuuuk...
Sebetunya aku bukan termasul gibol...tapi asyik dan kadang terharu juga ngomongin pemain Muslim yang ikut memperkuat tim-tim sepakbola Eropa yang dipekirakan akan menjadi bintang-bintang lapangan.
Bulan Ramadan kali ini jatuh hanya sekitar empat hari sebelum kompetisi sepak bola di Eropa bergulir.
Kondisi Eropa di musim panas ini sangat menyulitkan. Sepanjang musim panas, siang hari akan lebih panjang dibanding malam. Matahari akan tampak lebih dari 13 jam lamanya.
Khusus di Italia, suhu bisa mencapai 35-40 derajat celcius, dengan matahari baru benar-benar tenggelam sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Kondisi tersebut akan menyulitkan pesepakbola yang harus menjalani pertandingan.
Apakah mereka menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan di tengah-tengah kompetisi yang keras dan sangat memeras fisik dan emosi itu?
Bulan Ramadhan dan ibadah puasa jadi tantangan berbeda yang dihadapi banyak pesepakbola Eropa. Sebagian tetap menjalankan kewajibannya, sementara yang lain memilih menangguhkan.
Berikut ini daftar-daftar para pemain bola eropa yang beragama Islam....panjang juga ternyata...
Albania :Samir Ujkani (Palermo)
Belanda :Ibrahim Afellay (PSV Eindhoven)Ismail Aissati (Ajax)Robin van Persie (Arsenal)Khalid Boulahrouz (Stutgart)Rachid Bouaouzan (Wigan-NEC Nijmegen(loan))Nacer Barazite (Arsenal-Derby(loan))
Bosnia :Hasan “Brazzo” Salihamidzic (Juventus)Zlatan Muslimovic (PAOK Saloniki)
Finlandia :Shefki Kuqi (Crystal Palace-Ipswich(loan))
Jerman :Ashkan Dejagah (Wolfsburg)Sami Khedira (Stuttgart)Serdar Tasci (Stuttgart)
Norwegia :Tarik Elyounoussi (SC Heerenveen)
Perancis :Abdoulay Konko (Sevilla)Abou Diaby (Arsenal)Arman Traore (Arsenal-Portsmouth(loan))Bacary Sagna (Arsenal)Franck Bilal Ribéry (Bayern Munich)Hatem Ben Arfa (Marseille)Ibrahim "Ibou" BaKarim Benzema (Lyon)Lassana Diarra (Real Madrid)Mourad Meghni (Lazio)Nicolas Sebastien Anelka/Abdul-Salam Bilal (Chelsea)Nuri Sahin (Dortmund-Feyenoor(loan))Ousmane Dabo (Lazio)Pascal Cygan (Villarreal)Ruddy Lilian Thuram-Ulien (Barcelona)Samir Nasri (ArsenaL)Younes Kaboul (Portsmouth)Youri DjorkaeffZinedine Yazid Zidane
Serbia :Miralem “Miki” Sulejmani (Ajax
Slovenia:Samir Handanovic (Udinese)
Swiss :Blerim Dzemaili (Torino)
Turki :Emre Belozoglu (Newcastle)Halil Altintop (Turki/Schalke)Hamit Altintop (Bayern Munich)Hossam El Sayed Ghaly (Al-Nasr/Saudi)Nihat Kahveci (Villarreal)Rustu Recber (Besiktas)Tugay Kerimoglu (Blackburn Rovers)Tuncay Sanli (Middlesbrough)Volkan Demirel (Fenerbahce)
* Zlatan Ibrahimovic ada yang menyebut Atheis
Algeria :Nadir Belhadj (Portsmouth)Hameur Bouazza (Fulham-Birmingham(loan))
Burundi :Mohammed Leslie Tchite (Racing Santander)
Ghana :Ahmed Apimah Barusso (Roma-Siena(loan))Sulleyman Ali Muntari (Inter Milan)
Guinea :Mohammed "Mo" Camara (St Mirren)
Mali :Djimi Traore (Portsmouth-Birmingham(loan))Frederic Kanoute (Sevilla)Kalifa Cisse (Reading)Mahamadou Diarra (Real Madrid)Mohamed Lamine "Momo" Sissoko Gillan (Juventus)Seydou Ahmed Keita (Barcelona)
Maroko :Adel Taarabt (Tottenham Hotspur-QPR(loan))Nabil El Zhar (Liverpool)Mohamed El Yaagoubi (Real Sociedad)
Mesir :Ahmed Hossam Hussein Abdelhamid (Middlesbrough-Wigan(loan)Hany Guda Ramzy (Ass Manager Mesir-U20)Hossam Ghaly (Al-Nasr)Mohamed Abdullah Zidan (Borussia Dortmund)
Pantai Gading :Abdoulaye Meite (West Brown Albion)Kolo Toure (Arsenal)Yaya Toure (Barcelona)Salomon Kalou (Chelsea)
Sierra Leone :Mohammed Kallon (Al-Shabab/UEA)
Senegal :Abdoulaye Diagne-Faye (Stoke City)Diomansy Mehdi Moustapha "Joe" Kamara (Fulham)El Hadji Diouf (Blackburn Rovers)Ibrahima Sonko (Stoke City)Papa Bouba Diop (Portsmouth)
Tunisia :Radhi Ben Abdelmajid Jaidi (Birmingham)Mehdi Nafti (Birmingham)
Dibawah ini cerita tentang puasa beberapa dari mereka yang berhasil aku temukan,
Abdelkader Ghezzal
Adalah salah satu pemain yang terpaksa menangguhkan puasanya di hari pertama lalu karena tepat di hari itu timnya menjalani laga pertama di Seri A. Striker berkebangsaan Aljazair itu merayakan awal Ramadan dengan mencetak satu gol ke gawang AC Milan, meski gagal menghindarkan Siena dari kekalahan 1-2.
“Saya melakukan puasa saat hari libur, saat tak ada pertandingan dan latihan. Saya selalu puasa di Ramadan, tapi saya harus mengubah kebiasaan saya untuk alasan kesehatan sejak tahun pertama saya menjadi pemain profesional,” sahut pemain kelahiran Prancis itu.
Disebut Ghezzal, dia sempat tetap berpuasa saat pertama kali bermain di Liga Italia bersama Crotone (Seri C1). Namun karena jatuh sakit setelah dua minggu, dia terpaksa menghentikan puasanya.
Franck Ribery
Beberapa tahun ke belakang, di awal kemunculannya Ribery digadang-gadang akan bisa seperti Zinedine Zidane. Selain juga sama-sama berasal dari Prancis, keduanya juga Muslim. Zidane selama kariernya dianggap sebagai pesepak bola yang berhasil mempresentasikan seorang Muslim. Ingat insiden tandukan mautnya kepada Marco Materrazzi ketika Prancis berduel dalam final Piala Dunia 2006 di Jerman? Konon, itu karena Materrazzi menghina ibu dan saudara perempuan Zidane yang merupakan Muslimah. Ketika Zidane pensiun, Ribery diharapkan bisa meneruskan jejak Zidane.
Tapi bagaimana kenyataannya? Ketika Bayern Muenchen, klubnya saat ini, juara Bundesliga, Ribery juga ternyata ikut meminum bir perayaan dengan rekan-rekannya. Yang terbaru yang paling hangat, Ribery dijerat oleh kepolisian Prancis karena memakai jasa pelacur di bawah umur. Ia banyak dicerca dan dihujat. Jadi, Ribery puasa Ramadan? Wallohu alam bi shawwab.
Sulley Muntari dan Mohammed Sissoko
Seri A Italia menyumbang dua pesepak bola Muslim yang cukup terkenal. Keduanya berasal dari Afrika, namun berbeda klub. Muntari dari Ghana merumput bersama Inter Milan, dan Sissoko di Juventus, dua klub besar Italia yang menjadi rival berat. Musim lalu, selama Ramadan, Jose Mourinho—pelatih Inter saat itu, dan kini ke Real Madrid—sering mempermasalahkan penampilan Muntari yang out of form di lapangan karena Muntari tengah melaksanakan puasa.
Sedangkan Sissoko acap kali diganti oleh pelatihnya di babak kedua, jika Juventus bertanding, dengan alas an agar ia tak batal puasanya.
Kolo Toure dan Nicolas Anelka
Keduanya bermain di Premiere League Inggris. Toure sebagai kapten Manchester City dan Anelka penggedor di Chelsea, juara liga musim lalu. Toure, yang berasal dari Pantai Gading tidak pernah menyembunyikan identitasnya sebagai seoarang Muslim. Jika Ramadan datang namun pas musim kompetisi, semasa di Arsenal, Toure masih tetap berusaha berpuasa. Namun ia mengakui jika tak tahan karena pertandingan menguras fisik, Toure dengan berat hati membatalkan puasanya. “Tapi saya pasti akan menggantinya di hari dan atau di bulan yang lain. Itu konsekuensi sebagai seorang Muslim,” ujarnya.
Sedangkan Anelka adalah seorang mualaf. Setiap kali ia membuat gol, selebrasinya adalah mendekapkan tangannya di dadanya seperti orang yang tengah salat. Menurutnya itu sebagai rasa syukur dia sebagai seorang Muslim. Seperti diketahui, sebelum memeluk Islam, ia dikenal sebagai pemain bengal, berseteru dengan sesama pemain dan terhadap pelatih, hingga tak heran ia banyak didepak oleh klub-klub sebelumnya. Sebut saja Arsenal, Real Madrid, dan Liverpool. Belum lagi klub-klub menengah yang pernah dibelanya semacam Man City atau Fenerbahce. Setiap Ramadan datang, Anelka berusaha keras untuk selalu puasa.
Frederic Kanoute
Inilah sosok pesepak bola Muslim yang bisa dikatakan seorang Muslim yang taat. Kanoute, asal Mali dan bermain di Sevilla—klub papan atas Spanyol—selalu tak pernah lalai menjalankan kewajibannya sebagai seorang Muslim. Kapanpun dan dimanapun ia bertanding, jika pas waktu salat, maka ia akan melaksanakan salat di ruang ganti sekalipun pada jeda pertandingan. Kemudian ia pun meminta jersey (kostum) khusus ketika klubnya disponsori oleh sebuah rumah judi. Ia juga membeli sebuah masjid di Sevilla, ketika masjid itu tak ada lagi yang mampu membiayainya. Yang paling terkenal adalah dukungannya kepada Palestina. Ketika Gaza dibom oleh Israel satu tahun yang lalu, dalam salah satu selebrasinya, ia membuka jerseynya dan memperlihatkan kaus dalamnya yang berwarna hitam dan berisi tulisan Palestina dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab.
Setiap Ramadan, seberat apapun pertandingan di Liga Spanyol, Kanoute tak pernah membatalkan puasanya. Dan ia tetap menjadi goal-getter yang mumpuni.
Salut untuk pesepakbola yang tetap menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan di tengah-tengah kompetisi yang keras dan sangat memeras fisik dan emosi itu.
Menarik dan cukup membanggakan karena mereka menjadi bintang lapangan hijau yang memiliki skill tinggi dan menjadi tulang punggung timnya masing-masing.
Jelas keberadaan mereka terlebih jika berperan cukup vital di tim masing-masing, sedikit banyak akan memberikan citra baik bagi Islam sendiri.
*disarikan dari berbagai sumber
keterangan gambar : Frederic Kanoute