Setiap tanggal 3 bulan 3 (3 maret) warga jepang merayakan Hina Matsuri. Hinamatsuri atau Hina Matsuri adalah Festival Boneka. Pada perayaan ini warga akan menampilkan boneka-boneka (hinaningyō) yang memakai kimono bergaya lama.
Dulunya orang-orang percaya bahwa boneka tersebut mempunyai kekuatan untuk menyerap roh-roh jahat dalam tubuh mereka dan menyelamatkan sang pemilik dari segala hal-hal yang berbahaya atau sial.
Asal-usul Hinamatsuri adalah Hinanagashi yang secara harafiah artinya "boneka yang terapung" di mana boneka kertas itu diletakkan di sampan dan dalam perjalanan menyusuri sungai hingga ke laut diharapkan akan membawa serta roh-roh jahat.
Hinamatsuri adalah perayaan yang khusus untuk anak perempuan, dan sering disebut "Festival Anak Perempuan".
Dalam rangka menyambut perayaan hina matsuri ini sensei kelas nihongo kami mengadakan pelajaran memasak yang menunya adalah menu yang biasa dihidangkan di perayaan ini, yaitu :
1. Chirashi zushi
2. O sumashi
3. Uguisumochi
4. Nanohana no karoshiae
5. Yasai no nimono
Dan untuk memperkenalkan masakan Indonesia kami memasak juga "tempe mendoan".
