Saturday, January 19, 2008

Memperdayakan pencarian di google



Oleh Amir Sodikin
Tak semua orang yang melek internet mengerti harus bagaimana untuk mendapatkan informasi, data, atau lagu dari internet. Dia tahu, googling atau mencari dengan enjin Google merupakan cara bertanya, tetapi sering kali gagal. Itu semua karena satu hal: meremehkan Google tak mengerti bahasa kita.
Popularitas Google sebagai mesin pencari hampir sama dengan internet sendiri. Tampilan sederhana dan algoritma perhitungan yang canggih membuat Google banyak disukai dibandingkan dengan pesaingnya, Yahoo.
Pencarian sering lama dan membuang waktu karena kata kunci yang diberikan terlalu sedikit, misalnya: ”iwan fals”. Padahal, yang diinginkan download lagu MP3 dari Iwan Fals.
Makin banyak kata yang dimasukkan, seperti: ”iwan fals download mp3” (tanpa tanda kutip) barulah lagu yang diinginkan bermunculan. Semakin banyak dan makin spesifik informasi yang kita masukkan, makin cepat menemukan yang dicari.
Cara pencarian dengan memasukkan banyak kata yang kemungkinan ada di dalam dokumen merupakan ”cara bodoh” paling mudah jika kita tak ingin menghafal ”rumus” tertentu.
Jika ingin cara yang lebih cepat, bisa menggunakan ”rumus” tertentu. Untuk pencarian MP3, misalnya, ada banyak cara, salah satunya seperti ”iwan fals site:multiply.com/music”, berarti hanya mencari lagu Iwan Fals di situs jaringan sosial Multiply.
Cara lain yang telak adalah memanfaatkan format pencarian dengan format seperti: intitle: ”index of” mp3 ”peterpan”, untuk mencari lagu Peterpan.
Cara bodoh
Tidak tahu siapa yang menemukan mesin uap? Masukkan saja kata kunci sederhana, misalnya ”mesin uap ditemukan oleh” (tanpa tanda kutip), atau tanda * (bintang) bisa mewakili sembarang kata, maka secara cepat akan mendapatkan jawaban dengan memasukkan ”mesin uap ditemukan oleh *” (tanpa tanda kutip) dan jawabannya akan muncul.

Google mampu menginterpretasikan parameter yang diberikan untuk mempercepat pencarian. Tanda ”+” dan tanda kutip (” ”) untuk pencarian frase seperti: mesin+uap atau ”mesin uap”. Pencarian pun bisa memasukkan file spesifik, misalnya hanya file pdf. Contoh: jika ingin mencari dokumen pdf Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, kita bisa memasukkan ”taman nasional laut kepulauan seribu filetype:pdf”. Jika file yang dicari dalam Microsoft Word, tinggal mengisi filetype:doc.
Jika sudah tahu di situs mana akan dilakukan pencarian, bisa digunakan format ”site:nama situs”. Misal, jika ingin mencari kesehatan reproduksi di situs Kompas, bisa diketik: ”site:kompas.com kesehatan reproduksi” (tanpa tanda kutip). Masih banyak tanda-tanda spesifik untuk meningkatkan pencarian dan semuanya bisa dicari di Google.
Kalkulator
Jika sudah di depan Google, tak perlu membutuhkan kalkulator. Coba langsung masukkan 245*234+123-45, hasilnya akan langsung terlihat. Google juga bisa langsung mengonversi satuan yang berbeda, misalnya jika ingin mengetahui 500 pounds itu berapa kg, bisa mengetikkan ”500 pounds in kg”.
Untuk mengonversi mata uang asing tak perlu menelepon ke sana kemari. Misal, jika ingin tahu 50 dollar Singapura itu ada berapa rupiah, tinggal mengetikkan ”50 SGD in IDR” (tanpa tanda kutip). IDR merupakan kode Indonesian rupiah.
Khusus yang menyukai buku, Google menyediakan alamat khusus di www.books.google.com. Berbagai ragam buku disediakan di sini.
Masih ada seabrek fitur, seperti google map yang mengintegrasikan Google Earth, google images untuk mencari khusus koleksi foto, google video, dan semua ada di internet.
***
Tips Pencarian
1. Prinsip pertama dalam menghadapi mesin pencari seperti Google atau Yahoo adalah jangan "under-estimate" dengan kemampuannya. Masukkan informasi sebanyak mungkin dalam pencarian itu.
2. Untuk mencari gambar, klik khusus pencarian khusus "images" dan video. Baik di Google maupun Yahoo, tersedia.
3. Google juga memiliki kamus penerjemah. Klik Language Tools di bagian bawah untuk menerjemahkan bahasa tertentu ke dalam bahasa yang Anda pahami. Namun, hanya bahasa besar dunia yang tersedia. Untuk English-Indonesia dan Indonesia-English, gunakan www.kamus.net.
4. Untuk memperdalam informasi, Wikipedia merupakan ensiklopedia terbuka. Untuk Wikipedia Bahasa Inggris, alamatnya http://en.wikipedia.org dan untuk Bahasa Indonesia di http://id.wikipedia.org. Sebagai ensiklopedia bebas, jika artikel di Wikipedia tidak bagus, kita bisa menyumbangkan artikel di situ. (AMR)
Sumber: Kompas

Wednesday, January 16, 2008

Tentang Kehalalan Ragi dan Cake Emulsifier


Setiap aku posting kue/cake/bolu selalu ada yang menanyakan kenapa aku nggak pake emulsifier. Alasan utamanya adalah karena banyak merek emulsifier yang nggak halal...ada juga sebenarnya yang halal tapi aku nggak mau ribet...mending nggak pake aja. Karena punya temen yang jago masak katanya nggak pake bahan-bahan tambahan seperti itu sebenarnya nggak papa....cuma memang penampakannya nggak bisa secantik seperti di toko2 roti.

Info tentang emulsifier tersebut aku dapatkan dari  Halal Guide
Untuk lebih jelasnya aku copaskan aja yeee....soalnya susah neranginnya.

Ragi yang biasa kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi. Dalam pembuatan roti, dua bahan yang kerap digunakan adalah ragi dan cake emulsifier. Ragi atau yeast dibutuhkan agar adonan bisa mengembang. Ragi biasanya ditambahkan setelah tepung terigu ditambah air lalu diaduk-aduk merata, setelah itu selanjutnya adonan dibiarkan beberapa waktu.
Ragi sendiri sebetulnya mikroorganisme, suatu mahluk hidup berukuran kecil, biasanya dari jenis Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam pembuatan roti ini. Pada kondisi air yang cukup dan adanya makanan bagi ragi, khususnya gula, maka yeast akan tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida dan senyawa beraroma. Gas karbondioksida yang terbentuk kemudian ditahan oleh adonan sehingga adonan menjadi mengembang.

Secara komersial ragi dapat diperoleh dalam tiga bentuk, yaitu compressed yeast (bentuk cair dengan kandungan yeast yang padat); active dry yeast (ragi bentuk kering, perlu diaktifkan dulu sebelum digunakan), dan instant active dry yeast (ragi instan, bentuk kering yang bisa langsung digunakan, tanpa perlu diaktifkan lagi). Di super market biasanya yang tersedia adalah yang instant active dry yeast (ragi instan), bisa langsung digunakan, tinggal dimasukkan kedalam adonan.
Apapun bentuk ragi yang kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi. Atau, bisa juga bahan yang berasal dari media (bahan makanan yeast yang diperlukan pada waktu perbanyakan yeast) yang tersisa, atau bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan meningkatkan stabilitasnya selama penyimpanan seperti tidak menggumpal, bisa juga mengandung bahan pengisi.
Dari segi kehalalan bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier) dimana status kehalalannya adalah syubhat seperti telah banyak dibahas pada tulisan tulisan sebelumnya. Bahan aditif yang mungkin ada pada ragi instan yaitu bahan anti gumpal (anticaking agent) dimana diantara bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai anti gumpal ada yang status kehalalannya syubhat yaitu E542 (edible bone phosphate, berasal dari tulang hewan), E 570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat dapat berasal dari tanaman atau dari hewan, magnesium stearat dibuat dengan menggunakan bahan dasar asam stearat. Disamping gum atau dekstrin, gelatin kadang digunakan sebagai bahan pengisi pada ragi instan.
Di pasaran sudah tersedia ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya, oleh karena itu pilihlah ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya mengingat ragi instan pun bisa tidak halal seperti telah diuraikan diatas.
Cake emulsifier
Cake emulsifier adalah suatu bahan yang digunakan untuk penstabil dan pelembut adonan cake, kadang digunakan pula untuk menghemat penggunaan telur. Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM (istilah jenis cake emulsifier dalam bahasa Jerman), dan masih banyak lagi. Status emulsifier secara umum adalah syubhat karena bisa terbuat dari bahan nabati (tanaman) atau hewani (dari hewan) seperti telah banyak dibahas di rubrik ini sebelumnya.
Disamping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat. Sayangnya tidak jelas jenis lemak apa yang digunakan sehingga menambah kekhawatiran dari segi kehalalannya karena lemak yang memadat pada suhu ruang biasanya adalah lemak hewani disamping lemak nabati yang dibuat dengan cara proses hidrogenisasi minyak nabati.
Oleh karena itu, hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal. Di pasaran sudah ada cake emulsifier yang sudah mendapatkan sertifikat halal, akan tetapi istilah yang digunakan kadang bukan  cake emulsifier tapi bakery ingredient. Seringkali, dijual dengan nama dagang yang tidak mencirikan apakah itu cake emulsifier atau bukan.

Bolu Zebra

Rating:★★★
Category:Other










Dulu ibuku sering banget bikin bolu ini waktu anak-anaknya masih usia sekolah....dengan alasan supaya nggak kebanyakan jajan...dan ternyata manjur juga lo...karena motifnya yang lucu kayak zebra itu kami jadi suka banget bolu ini. Rasanya juga gurih karena memakai santan kanil (kental).

Kemaren waktu anak-anakku libur ....jadi inget resep ini....alasannya juga sama...biar anggaran jajan berkurang.
Bikinnya juga gampang....nggak pakai bahan yang susah-susah.

Bahan :
4 butir telur
100 gr gula pasir
100 gr tepung terigu
2 sdm coklat bubuk
75 cc santan kental hangat

Cara membuat :
1. Kocok telur dan gula sampai mengembang dan kaku.
2. Masukkan tepung terigu dan santan.
3. Bagi adonan menjadi 2, salah satunya dicampur dengan coklat bubuk.
4. Tuang adonan keloyang bergantian antara putih dan coklat sampai habis.
5. Kukus kurang lebih 35 menit. Jangan lupa tutup dandang dibungkus serbet supaya air tidak menetes.





Tuesday, January 8, 2008

Vito ...cakep kayak bapaknya !!!


FATIH Nasyid Acapella....sebuah harapan !!!


SEPANJANG sejarah musik Indonesia, rekaman musik  nasyid boleh dibilang tidak pernah ikut dalam gegap gempitanya jualan puluhan atau ratusan ribu keping. Jika ada nggak lebih dari jumlah jari tangan kita. Beda dengan jenis musik lain, seperti pop, rock, atau dangdut sekalipun.
Di pasar, hanya segelintir album musik  nasyid terpajang di gerai-gerai toko kaset. Itu pun artisnya dari tahun ke tahun boleh dibilang itu-itu saja.
Kalaupun ada artis atau grup baru, jumlahnya amat minim. Musik nasyid boleh dibilang adalah pilihan idealis. Dan, layaknya musik industri, yang idealis begini, alias tidak komersial, memang susah mendapatkan tempat, kalaupun diberi tempat, ya sedikit saja. Kondisi itulah yang menyebabkan perkembangan musik  nasyid di Indonesia tidaklah terlalu menggembirakan.

Sebenarnya masih banyak  yang menyukai musik nasyid. Bahkan, mereka punya grup dan skill-nya juga bagus-bagus. Seperti grup nasyid acapella berasal dari Yogyakarta yang menamakan dirinya FATIH ini. Fatih digawangi oleh Syahrial Fahrudin/Rudin (vokal 2 dan instrument), Arief Muttaqin/Taqin (lead vokal), Muchlisin (bass vokal dan instrument), Diky Fathurrohman/Diky (lead vokal dan istrument) dan Indha Marta Raharja/Marta (vokal 3).

Berdiri pada 14 Mei 2002, saat itu mereka masih menjadi siswa di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang tergabung dalam komunitas Corps Mubaligh Muhi (CMM), atau kalau di SMA Negri dikenal dengan nama Rohis (Kerohanian Islam).
Fatih ingin mengusung nasyid dalam kemasan yang manis dan nge-pop, sebagai sarana dakwah cultural, sehingga pesan-pesan dakwah bisa tersampaikan lewat lantunan nada.

Nama Fatih yang berarti "pembuka" sengaja diambil dengan harapan menjadi nasyid pembuka pelopor seni Islam di SMA almamaternya dan bisa membuka cakrawala dunia bahwa seni Islam tidak kalah dengan seni-seni musik yang lain, bahkan mempunyai nilai lebih dengan syairnya yang kental dengan nuansa religi.

Prestasi  :
1. Juara 1 Lomba Nasyid se DIY di Fakultas D3 Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) 2003.
2. Juara 1 Lomba Nasyid se DIY oleh Forum Silaturahmi Remaja Masjid Yogyakarta (FSRMY) 2003.
3. Wakil Jogja di Festival Nasyid Indonesia 2004 di stasiun televisi INDOSIAR.

Album :
1. Album Kado Milad (Ulang Tahun) SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta 2003 (untuk kalangan sendiri).
2. Album Kompilasi Festival Nasyid Indonesia (FNI 2004) INDOSIAR.
3. Album Perdana dengan judul FATIH ACAPELLA (september 2005)

Dengan lahirnya grup-grup nasyid yang salah satunya adalah FATIH inilah kita masih bisa  berharap mudah-mudahan nasyid tetap eksis diblantika musik Indonesia.

Bila ingin mendengarkan atau sekalian mau download lagu-lagunya Fatih, silahkan klik http://titileksono.multiply.com/music/item/232




*foto dan sebagian tulisan ngutip dari http://nasyidfatih.multiply.com/ *