Monday, September 17, 2007

PLEASE READ IT !!!!

 

 

 

 

 

 

 

Sekedar sharing ...terutama untuk kita yang mempunyai anak-anak yang masih perlu pengawasan langsung dari orang tuanya...

Email ini aku dapatkan dari millis suami...mudah-mudahan bisa menjadi "lampu kuning"  bagi kita !!!

Dear askarloer
ini sebuah ceritera yang kami dengar dari istriku saat dia sedang mengantar anakku yang no 3 usia 3,5th karena sedang sakit.
Kebetulan dokter (Nani) tersebut kenal baik dengan istriku (Susan)saat ibadah haji di tahun 2005.
maka terjadilah dialog sbb
Dokter: Bu susan tadi melihat pasien yang baru keluar? seorang anak 4,5 tahun dan cantik tadi .
Susan : Iya dok,saya melihat ,ada apa dengan dia ?
Dokter : saya hanya ingin sharing info penting saja , bahwa ibu anak tadi membawa putrinya untuk memeriksakan anaknya sehubungan dengan kemaluannya sering gatal, lalu saya periksa dan setelah saya periksa saya sangat tercengang dan kaget yang luar biasa,bahkan saya sampai menahan tangis .
Susan: emang kenapa dengan anak itu dok ?
Dokter : dubur (maaf) anak itu sudah menganga dan kemaluan anak gadis itu sudah rusak , itu artinya sudah berlangsung lama anak tersebut di sodomi dan di perkosa secara rutin.
Dokter : saya tanya kepada ibunya , siapa yang menjaga anak ini setiap hari ? .........? ibunya syok dan pingsan

Kita ambil hikmah tersebut di atas adalah sebagai berikut.
Kita sebagai orang tua yang dua duanya bekerja mencari nafkah untuk kepentingan anak dan keluarga adalah sebuah nilai tambah dan harapan besar buat menyongsong masa depan anak , namun harapan itu seperti sirna begitu anak yang diharapkan tersebut ternyata dimakan oleh srigala yang ikut tumbuh di dalam ruang lingkup rumah tangga sendiri (entah itu adik kandung ,adik ipar ,ponakan dll).

Justru dengan mengatas namakan sebagai muhrim kita lupa bahwa setan yang merasuk kedalam tubuh si muhrim itu adalah bukan muhrim kita ,dari pengalaman cerita yang saya dapat dari istri tersebut ,kami mengajak rekan semua untuk lebih protektif dalam hal pengawasan anak sebelum semuanya terlanjur hancur masa depan anak tersebut ,karena bukan luka yang bisa dengan mudah disembuhkan namun trauma tersebut akan selalu ikut dikenang selama anak tersebut tumbuh kembang sampai akhir hayatnya.

Saya tidak menyuruh para ibu yang memiliki anak untuk berhenti bekerja namun sekurang kurangnya mulai membentuk komunikasi yang lebih dekat dengan anak. Bisa dibayangkan kejadian tersebut diatas yang telah terjadi berulang ulang sampai2x si anak tidak menceriterakan hal ini kepada orang tuanya ,artinya jarak dan hubungan bathin si anak dengan orang tua tersebut ada sebuah sekat pemisah yang tidak kita sadari .

Semoga kepedulian rekan rekan dengan membaca cerita ini dapat memberikan nilai tambah untuk ikut melindungi pitra putri kita dari kebiadaban lingkungan yang lengah dari pemantauan kita .

Selamat menghadapi bulan ramadhan dan mohon maaf lahir dan bathin

 

49 comments:

Yayan a.k.a Fathin said...

Ya Ampun... semoga semua terhindar dari kasus serupa...

dina sudjana said...

masya Allah, astagfirullah, turut prihatin..

indah masruroh said...

Astaghfirullah,semoga dijauhkan dari hal2 tersebut.amin
mksh mba infonya.merinding bacanya

yani prasetio said...

merinding ti... membacanya........ semoga kita dihindarkan dari bencana dan cobaan spt itu.. amiin

jejakkakiku ♥ said...

Astahfirullah sudah jangan ada lagi..wes semua baik baik saja wes aminnnn

susah ya cari aman sekarang.

dHiRa Indocalita said...

yup....betul banget Mba...........

mieke nurmalasari said...

astaghfirullah....turut prihatin...

Fitri Arnia said...

iya ya,.. sampai anaknya gak cerita ke mamanya,.. aneh juga,..mudah mudahan hal seperti ini tidak terjadi kepada anak anak kita dan keturunan kita semuanya,.. aminn

Harneini Tou said...

Astagfirullah......
Mudah2an anak2 kita terhindar dari hal2 yg buruk seperti diatas.....
Serem ya mbak Ti....apalagi punya anak gadis, eh...anak cowok juga bisa ya digituin.....

Rosdiana Samuelsson said...

Aduhhhhhhhhhhh...... trenyuhnya ku membacanya Tik, ini pelajaran yang sangat berguna bagi kita ibu2 yang mempunyai anak2 ya, terutama anak perempuan...... Ya Allah........... lindungilah anak2 kami dari perbuatan2 buruk apapun dalam hidupnya, dan memang komunikasi antara anak dan ortu itu lebih baik harus rutin dilakukan dalam rumah tangga kita, agar kita ga kecolongan (paling ga sudah berusaha) melalui komunikasi rutin anak dengan kedua orangtua, suami saya selalu membiasakan tiap hari pulang kantor tanya gimana kabar anak2 dan istrinya, apa kegiatan hari ini, adakah hal2 yang menyenangkan dialami hari ini dst2nya, itu kebiasaan yang ga pernah terlewatkan dalam hari2 dirumah tangga kami,.
Sekali lagi saya berdoa semoga hal2 seperti ini ga terulang lagi ya amin.

maya wafie said...

Ya Alloh semoga kita dijauhkan dari hal hal yang demikian..:)

dewi cendika said...

Semogaaa..Tuhan selalu memberi perlindungan pada kita semua, Amiin....

-- san diniarie --- said...

Astagfirullah..merinding bacanya mba..mudah2an kita semua terhindar dari hal demikian..

Uci MomKavin+Ija said...

TFS ya mbak titik...

duhhh klo gini dilemaku muncul lagi dehhh..hiksss jd pengen di rumah aja..:)
tp ya jd mikir apa iya klo aku ga kerja aka di rumah ngurus anak n rumah trus anak2 juga jd ga bermasalah... heheheh

pokoke berusaha bersyukur dehh apa yg ada sekarang n kudu waspada juga..

eh, met puasa yaaaaa smoga dilancarkan puasanya..

Jumiarti Agus said...

astaghfirullah, ada-ada saja berita mengerikan ya mba titi, kok ya ina sekarang tambah aneh-aneh ya, belakangan saya baca juga postingan cara baru memperkosa wanita, dengan memajangkan anak-anak yg perlu dikasihani di jalan atau tempat umum, terus didatangai ama wanita baik-baik, sianak mintak antarin ke alamat tertentu yg tertulis di kertas, sampai di sana, bel ditekan nyentrum pinsan, wanita itu telah ditelanjangi di sebuah rumah kosong ketika iya bangun dan tersadar.

Moga kita bisa menjaga amanah yg dititipkanke kita ya,
nggak habis fikir juga yg melakukan, padahal kel sendiri? na'udzubilahi minzalik, mungkin sianak juga diancam kayaknya kalau ngomongin ya,..

elsye sur said...

mbak Titik..beneran mengerikan banget, jangan sampe terjadi pada siapapun, duh itu bakalan trauma seumur hidup. Memang kejadian di Indonesia aneh2 wae, aku pernah dikirim info dari teman, kalau sekarang sering terjadi perkosaan dengan hipnotis, salah satunya terjadi pada pasangan suami istri..sampe mereka trauma bangett karena si suami dan istri sama2 di hipnotis jadi ga tau kejadiannya gimana....duhhh sereemmm

jangan sampe kejadian seperti cerita mbak Titik terjadi pada anak2 siapapun....arrgghhh sebeell sama yang ngelakuin pengennya orang kayak gitu di gantung aja....

retno rizki said...

astagfirullah haladzim masya Allah, naudzubillah mindzalik.
tak bisa berkata2 lagi, saya setuju sekali orang2 yg melakukan seperti itu pada anak2 dihukum mati, agar jadi pelajaran buat yang lain supaya tak berani berbuat hal yg sama.
(aduh jadi serius amat, tapi bener2 bikin diriku prihatin)

Hary Prasetyo said...

massya alloh

poppie trisnaniah said...

astaghfirullah...... mudah2an kita dilindungi dari segala bentuk bencana, hanya Allah tempat berlindung dan se-baik2 pelindung........

rinrin jamrianti said...

matur nuwunmbak remindernya... dunia ini sepertinya makinparah yah

laksita wijayanti said...

iya mbk, terimakasih sharingnya
semoga Allah melindungi kita dan kelaurga kita semua.amin.

' Titi Leksono' said...

amin...

' Titi Leksono' said...

iya mbak dina...mudah2an kita bisa lebih berhati2...

' Titi Leksono' said...

ya robbal alamin...

makasih kembali Indah...

' Titi Leksono' said...

amin...ya robbal alamin

' Titi Leksono' said...

amin...
bener sekali ta...kita yang orang tua memang harus lebih waspada !!!

' Titi Leksono' said...

sepakat Dhir !!!

budi yati said...

Astagfirullahaladzim....spechless

Si Mbok Emi said...

Masya Allah....... :-(

' Titi Leksono' said...

semoga bisa kita petik hikmah dari peristiwa itu ya mbak....

' Titi Leksono' said...

itulah mbak fitri...karena kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua....

' Titi Leksono' said...

anak perempuan atau laki2 memang sama mbak...semua bisa juga mengalami hal2 seperti itu...
amin...mudah2an kita terhindar dari itu semua...

Uri Agustiono said...

Waduh mbak..merinding saya bacanya...Moga-moga kita semua terhindar dari hal-hal yang buruk. Semoga Allah selalu menjaga kita semua

Leila Niwanda said...

Astaghfirullah hal adzim... serem banget, betul banget Mbak kita harus selalu waspada bahkan pada keluarga sendiri... Bukan suudzon tapi demi keselamatan diri juga.

mila sulaiman said...

astagfirullah haladzim, naudzubillah mindzalik.
*speechless* TFS mbak......turut prihatin di atas nasib anak itu.

' Titi Leksono' said...

betul mbak ros....komunikasi adalah hal yang sangat penting antara orang tua dengan anak...
makasih sharingnya mbak !!!

amin...mudah2an nggak terjadi lagi...

' Titi Leksono' said...

amin...

' Titi Leksono' said...

ya robbal alamin....

' Titi Leksono' said...

amin ya robbal alamin

' Titi Leksono' said...

yang penting kan komunkasi mbak uci...walaupun mbak uci bekerja tapi komunikasi dengan anak2 bisa terjalin dengan baik...mudah2an semuanya akan seperti yang kita harapkan...

makasih ...

' Titi Leksono' said...

makasih juga sharingnya mbak jum...
kita harus lebih ekstra hati2 sekarang ini ya...

' Titi Leksono' said...

thanks sharingnya elsye...
amin..mudah2an tidak terjadi lagi asal kita selalu waspada...

' Titi Leksono' said...

mbak retno...sepakat !!!

' Titi Leksono' said...

mudah2an persitiwa iini nggak terjadi lagi ya !!

' Titi Leksono' said...

amin...ya robbal alamin..

' Titi Leksono' said...

untuk itu marilah mbak Rin...kita mencoba memperbaikinya...minimal dari lingkuangan kita sendiri...

' Titi Leksono' said...

ya robbal alamin...
mudah2an cerita ini menjadikan kita lebih berhati2 ...

' Titi Leksono' said...

itulah mbak yati...mari kita berusaha supaya hal itu tidak terjadi lagi ...

' Titi Leksono' said...

semoga hal mengerikan dan memprihatinkan ini tidak terjadi lagi ya mbak emi...