Saturday, October 27, 2007

setelah "Rasa Sayange" Malaysia Kembali `Bajak` Lagu Daerah RI

 

 

 

 

 

 

Belum reda rame-rame tentang lagu "Rasa Sayange"....lah kok....ada lagi berita kayak gini...nemu di Gatra....

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tokyo, 26 Oktober 2007 10:12
Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Osaka melayangkan surat protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada pertengahan Oktober lalu.

Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu di Tokyo, Kamis (25/10), ketika dikonfirmasi mengenai aksi `pembajakan` tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada respon sama sekali dari mereka," kata Pitono, sebagaimana dilansir dari Antara.

Pihak konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha Ad-Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia.

"Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia.

"Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi.

Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia.

Antara menyebutkan, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

Salah seorang staf Konjen Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu Indang Sungai Garinggiang.

Sebelum dan sesudahnya, pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.

Untuk memastikan, pihak Konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar Ramon, seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

"Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingatkan Malaysia," kata seorang warga Minang yang tinggal di Osaka.

Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, pada 19 Oktober 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo untuk dapat mengerti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

Sebelumnya lagu daerah asal Maluku Rasa Sayange juga dibajak oleh negara tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim di Malaysia. [EL, Ant]

 



 

12 comments:

Jumiarti Agus said...

arogansi malysia tampknya mkin menjadi-jadi, membajak budaya,. menindas bgs ina seenaknya,...

mba ti tugas kita hanya bisa sekali-kali bikin tulisan dalm bahasa inggris ttg budaya kita,... wah jgn-jgn nanti tari piring dari mminang iya akui juga sebab org minang ke mly kan nggak pakai visa karena dianggap negeri kembar dg negri sembiln, padahl mungkin kr zamn dulu nenek moyang dari minang ada yg merantau dan bikin rumah gadang juga di sana,...

Retno Prasetyo said...

ada lagi, jali2 jadi lagu daerah langkawi.
bingung ane, ada yg bilang malaysia bangsa yg tidak punya kepribadian.
menurut mbak titi gimana tuh????.

'xz' 21 said...

Ya tu Mbk Titi!!! Beberapa minggu kemarin, di forum kita-pun "jasakom.com da dibahas masalah itu "Kasus Site Raya Sayang" dan banyak yang mengomentarinya! Dan sepertinya da di Forward ke Pemerintah kita! Hm... Gk salah 2 hari kemarin uda keluar di Media Massa (TV, SCTV) "Site Rasa Sayang". Sekarang perang di Dunia Maya lagi gencar2 tu! Source Code Rasa Sayang da di Jebol oleh tman2 kita!
S'moga menjadi Pelajaran yang berarti bagi Malaysia agar tidak terulang lagi!
Sebagai Anak Bangsa, "Marilah Berkarya tuk Memajukan Negeri Tercinta ini"
Demi Kejayaan Bangsa Kita,

"LAWAN, LAWAN TUK MENANG"

SALAM PERJUANGAN

elsye sur said...

anehh orang malaysia ini......*duh padagal gue punya temen orang malaysia juga...* hihihi

budi yati said...

duuhh..kok gak kapok sih...

beng . said...

sabar sabar,,,,,he he he
udah ada yang menyelesaikan.. aku sih siap perang aja dech...

'Titin Fatimah' said...

saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri saat mereka menari dengan iringan lagu ini, karena kebetulan saya ikut menari juga utk mengisi session Indonesia sebelumnya.

Terus terang, waktu saya menyaksikan tarian mereka rasanya geram sekaligus gemes!
udah lagunya ngambil punya kita, narinya ngga bener lagi. banyak salahnya. penampilanya SANGAT mengecewakan! :(

Hany Hany said...

katanya pemerintah sekarang lagi menginventaris kekayaan budaya kita, mudah-mudahan belum terlambat ya?

indah masruroh said...

ayuk membela bangsa tercinta..
jgn biarkan mereka menginjak2 harga diri indonesia .

rinrin jamrianti said...

ceritanya masih bersambung ternyata yah mbak.... rasa sayange bukan yg terakhir... entah episode 'bad story' ini akan berakhir sampai kapan....

kalo kita masih jadi penonton saja.... maka kemungkinan ceritanya akan terus berlanjut tanpa akhir.... :((

maya wafie said...

makin arogan saja malasyia ini huh!

mona ^_^ said...

apa ini karna kita kurang menghargai kekayaan yang dimiliki bangsa kita?
setelah ada kejadian yang tidak mengenakkan (apapun itu, termasuk kekayaan alam), kita seperti macan yang dibangunkan.

tapi, apapun itu, kenapa tak saling menghargai?dan tidak merendahkan diri dengan mencuri.