Wednesday, January 16, 2008

Tentang Kehalalan Ragi dan Cake Emulsifier


Setiap aku posting kue/cake/bolu selalu ada yang menanyakan kenapa aku nggak pake emulsifier. Alasan utamanya adalah karena banyak merek emulsifier yang nggak halal...ada juga sebenarnya yang halal tapi aku nggak mau ribet...mending nggak pake aja. Karena punya temen yang jago masak katanya nggak pake bahan-bahan tambahan seperti itu sebenarnya nggak papa....cuma memang penampakannya nggak bisa secantik seperti di toko2 roti.

Info tentang emulsifier tersebut aku dapatkan dari  Halal Guide
Untuk lebih jelasnya aku copaskan aja yeee....soalnya susah neranginnya.

Ragi yang biasa kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi. Dalam pembuatan roti, dua bahan yang kerap digunakan adalah ragi dan cake emulsifier. Ragi atau yeast dibutuhkan agar adonan bisa mengembang. Ragi biasanya ditambahkan setelah tepung terigu ditambah air lalu diaduk-aduk merata, setelah itu selanjutnya adonan dibiarkan beberapa waktu.
Ragi sendiri sebetulnya mikroorganisme, suatu mahluk hidup berukuran kecil, biasanya dari jenis Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam pembuatan roti ini. Pada kondisi air yang cukup dan adanya makanan bagi ragi, khususnya gula, maka yeast akan tumbuh dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida dan senyawa beraroma. Gas karbondioksida yang terbentuk kemudian ditahan oleh adonan sehingga adonan menjadi mengembang.

Secara komersial ragi dapat diperoleh dalam tiga bentuk, yaitu compressed yeast (bentuk cair dengan kandungan yeast yang padat); active dry yeast (ragi bentuk kering, perlu diaktifkan dulu sebelum digunakan), dan instant active dry yeast (ragi instan, bentuk kering yang bisa langsung digunakan, tanpa perlu diaktifkan lagi). Di super market biasanya yang tersedia adalah yang instant active dry yeast (ragi instan), bisa langsung digunakan, tinggal dimasukkan kedalam adonan.
Apapun bentuk ragi yang kita gunakan ternyata isinya tidak hanya yeast tapi juga sejumlah kecil bahan aditif apakah bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tujuan tertentu dalam pembuatan ragi. Atau, bisa juga bahan yang berasal dari media (bahan makanan yeast yang diperlukan pada waktu perbanyakan yeast) yang tersisa, atau bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan meningkatkan stabilitasnya selama penyimpanan seperti tidak menggumpal, bisa juga mengandung bahan pengisi.
Dari segi kehalalan bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier) dimana status kehalalannya adalah syubhat seperti telah banyak dibahas pada tulisan tulisan sebelumnya. Bahan aditif yang mungkin ada pada ragi instan yaitu bahan anti gumpal (anticaking agent) dimana diantara bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai anti gumpal ada yang status kehalalannya syubhat yaitu E542 (edible bone phosphate, berasal dari tulang hewan), E 570 (asam stearat) dan E572 (magnesium stearat). Asam stearat dapat berasal dari tanaman atau dari hewan, magnesium stearat dibuat dengan menggunakan bahan dasar asam stearat. Disamping gum atau dekstrin, gelatin kadang digunakan sebagai bahan pengisi pada ragi instan.
Di pasaran sudah tersedia ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya, oleh karena itu pilihlah ragi instan yang sudah dijamin kehalalannya mengingat ragi instan pun bisa tidak halal seperti telah diuraikan diatas.
Cake emulsifier
Cake emulsifier adalah suatu bahan yang digunakan untuk penstabil dan pelembut adonan cake, kadang digunakan pula untuk menghemat penggunaan telur. Di pasaran bahan ini dikenal dengan nama-nama dagang seperti Ovalet, SP, Spontan 88, TBM (istilah jenis cake emulsifier dalam bahasa Jerman), dan masih banyak lagi. Status emulsifier secara umum adalah syubhat karena bisa terbuat dari bahan nabati (tanaman) atau hewani (dari hewan) seperti telah banyak dibahas di rubrik ini sebelumnya.
Disamping itu, seringkali di pasaran bahan ini dicampur dengan lemak padat. Sayangnya tidak jelas jenis lemak apa yang digunakan sehingga menambah kekhawatiran dari segi kehalalannya karena lemak yang memadat pada suhu ruang biasanya adalah lemak hewani disamping lemak nabati yang dibuat dengan cara proses hidrogenisasi minyak nabati.
Oleh karena itu, hindarilah cake emulsifier yang belum mendapatkan sertifikat halal. Di pasaran sudah ada cake emulsifier yang sudah mendapatkan sertifikat halal, akan tetapi istilah yang digunakan kadang bukan  cake emulsifier tapi bakery ingredient. Seringkali, dijual dengan nama dagang yang tidak mencirikan apakah itu cake emulsifier atau bukan.

69 comments:

evida kartini said...

ooooo. gitu yah!!! baking powder juga gitu yah!!
saya impor dari indo pas pulkam kmaren, yokatta ne.........

Leila Niwanda said...

Memang harus hati-hati selalu ya Mbak...

Retno Prasetyo said...

saya juga jarang pake
pakenya juga yg menurut info Insya Allah bisa dipake.

Arie - Bunda Icha Anakku Sayang said...

saya jarang bikin kue budhe jadi ngga pernah pake..he..he..btw makasih infonya..:)

mona ^_^ said...

yup lebih baik menghindari sejauh-jauhnya emulsifier yang belum jelas halalnya, resikonya terlalu tinggi

*halagh bahasaku*

indah masruroh said...

mba...bikin tempe dunk...trs piye ..tiba giliranku pulkam tempe musnah...T_T

' Titi Leksono' said...

iyah...

apalagi di jepun ya...di Indonesia aja banyak yang nggak halal...
berapa koper kemaren stok bahan makanannya dari Indo ??

' Titi Leksono' said...

betul sekali....

' Titi Leksono' said...

memang begitu seharusnya....kalau ragu mending tinggalin aja
pokoknya cari aman aja deh....

' Titi Leksono' said...

kembali kasih yeee...

' Titi Leksono' said...

iya mon....mending nggak usah pake ya...

' Titi Leksono' said...

wah udah banyak yang bikin tempe Ndah...kasihan mereka ntar nggak laku kalau aku ikut2an bikin...

musnah sih enggak...cuma jadi muuuahal...harga kedele melambuuuuunggg !!!!

Jumiarti Agus said...

saya juga nggak pernah pakai mba Ti, lagian kan bikinnya untuk epat disantap. Bukan untuk dagang atau bisnis, nggak usah pakai emulsifier, nggak papa.

' Titi Leksono' said...

perut kenyang...hati juga tenang ya mbak Jum.

Jumiarti Agus said...

iya benar mba Ti,.. pintar amat,.. lho kokitu kue di atas makin menggiurkan aja, serasa ingin comot, coba deh benaran ada di depan mata, he..he..

Gendut JSU said...

Sebenernya kuning telur bisa dipakai untuk mengganti emulsifier yang ready to use, karena komposisinya hampir sama dan fungsinya juga mampu untuk mengikat air dan lemak, shg efek melembutkan adonan sama juga, malahan kita mendapatkan keuntungan lain, nambah gizi dan rasa enak.

' Titi Leksono' said...

aduh....yang pengen sapa nih....emaknya apa yang diperut ??
bikin sendiri aja yah....tapi ingat yang penting hati tenang...

' Titi Leksono' said...

makasih buuanget infonya pak....bermanfaat banget.
kalau bikin kue bararti perbandingan antara putih dengan kuning telurnya dibanyakin kuningnya ya....biar lembut, enak dan yang pasti halal dan thoyib...

Gendut JSU said...

betul banget mbak Titi. Fungsi emulsifier itu cuma penghubung antara bahan yang berair dengan minyak, jadi ceritanya emulsifier punya dua tangan, kanan megang air & kiri megang minyak. Kelihatannya larut padahal nggak, cuma atas jasa baik pemeganggnya aja...

budi sutomo said...

tfs

' Titi Leksono' said...

ooo... gitu ya ....jadi ngerti duduk permasalahan sebenarnya....
sekali lagi matur nuwun sangeeet pak gendut...eh...pak sapa ya kok sampe sekarang belum ngerti nama aslinya..hihihi

' Titi Leksono' said...

sama2 mas budi...

Gendut JSU said...

Alhamdulillah, ilmu njlimet kalau ditulis dengan sederhana akan lebih mudah dimengerti, insyaallah bermanfaat.
Wah mbak Titi belum pernah main ke rumahku ya gak ngerti, tapi nama itu termasuk nama glamour lho.. iku wae wis...

' Titi Leksono' said...

betul sekali pak....apalagi untuk ibu2 rt kayak aku ini...kalau pakai kata2 ilmiah sering malah tambah o'on aja...hehehe

iyo wis...kapan2 tak main kerumah...biar nggak cuma tau nama seleb-nya aja...

budi yati said...

makasih infonya mbakyu....

' Titi Leksono' said...

sami-sami diajeng...mudah2an bermanfaat

Lizsa Anggraeny said...

topppp... emang keren Mbak Ti :)
inpo sangat berguna

' Titi Leksono' said...

Alhamdulillah kalau bermanfaat bagi teman2 mbak ....kita kan cuma penyambung lidah aja...

Mutiara Yasmin said...

hmmhh...thanks buat infonya ya Mba Titi... ;)

Maya Adhytia said...

makasih infonya ya, Mba.. berguna banget..

' Titi Leksono' said...

sama-sama mbak iin...

' Titi Leksono' said...

sama-sama mbak maya...

farid rifai said...

aku aja ampe sekarang blum tau apa itu emulsifer/emulsifier
hihi...:p

' Titi Leksono' said...

hihihi....makanya belajar masak dong....mosok masak kok telur ....telur dan telur !!!

Harneini Tou said...

Kirain gambarnya hasil karya mbak Titi ^_^
TFS ya mbakyu.....

Gendut JSU said...

emulsifier itu bhs inggris ya, artinya peng-emulsi. bahasa pasarnya pelembut kue. Sebenernya sih pelembut adonan, kelihatan homogen, gitu looh..

' Titi Leksono' said...

hehehe....

sama-sama jeng...

Gendut JSU said...

kalau baking powder itu soda kue, ini bahan kimia, gak ada unsur biologinya sama sekali. fungsinya akan menghasilkan gas CO2 kalau bercampur air dan kena panasnya oven, naik deh kuenya pada saat dibakar/panggang/kukus
*maaf nggurui ya, just sharing...

' Titi Leksono' said...

tuuu mas farid ...ada pakarnya yang nerangin...

Evia NW Koos said...

Buru deh saya ngecek persediaan ragi di dapur. Kandungannya hanya yeast dan ascorbic acid. Itu thok. Insya Allah halal.

farid rifai said...

hihi...masak telor itu yang paling gampang dan mudah mbak:p
sip, thank u banget...jadi ngerti emulsifer itu apah..cuma gak tau deh di kairo ada apa nggak...^_^

' Titi Leksono' said...

memang kita harus selalu hati2 ....cek dan ricek....waspada ....selalu kita lakukan

' Titi Leksono' said...

betul sekali... juga murah dan bergizi kan ??

pasti adalah di kairo ....kan banyak orang bikin roti juga to.

' Titi Leksono' said...

wah bener2 ni pak gendut....
jadi konsultannya ibu2 aja ya pak ??
tq lagi njih pak...

Hany Hany said...

ulasannya lengkap nih mbak, pinter banget mbak Titi soal bahan-bahan kue ya ...tfs mbak.

Ika Adzkia said...

Trus klo kita beli kue diluaran gmana dong mba Ti? Apa ada ciri2 khususnya kayak yg pake rum or tidak kan bisa dicium dari baunya tuh..secara saya ga bisa bikin kue sendiri gtu....

' Titi Leksono' said...

walah....modal klak klik di net aja mbak....

' Titi Leksono' said...

Kita bisa liat mbak...apakah produk yang kita beli itu sudah ada label halal dari MUI belum...kalau sudah berarti aman.

Untuk lebih jelas klik aja link yang aku copas itu mbak....
Halal Guide adalah layanan infomasi terlengkap tentang gaya hidup halal yang meliputi makanan, minuman, obat-obatan, kosmetika, fashion, ekonomi Islam, asuransi syari’ah, perbankan syariah, Islamic Parenting, bisnis berakhlak dan segala hal yang berkenaan dengan gaya hidup halal.

tersedia juga menu "Pencarian Produk Halal" ...jadi kita bisa mengecek produk2 apa saja yang sudah bersertifikat halal dari MUI.

pokoknya lengkap mbak !!!
ada millisnya juga mbak....kebetulan aku ikut juga...milis HBE (halal baik enak)...

Elda Tou said...

klo masih was2, back to nature aja ya mbak Ti, alias makan singkong rebus aja hehehe...

' Titi Leksono' said...

ide bagus mbak Elda...
banyak kok makanan traditional kita yang nggak kalah dengan roti dan teman2nya itu ya mbak....dari sabang sampai merauke semua punya ...tinggal mau pilih yang mana

Gendut JSU said...

Bikin nogosari mbak, tinggal model dan hiasannya bikin yang unik dan menarik

' Titi Leksono' said...

mosok itu nogosari seh pak....nogosari kan dibungkus daun pisang...apa modifikasi nogosari yak ??? karena sekarang cari daun pisang udah susah .

Gendut JSU said...

he he he tergantung definisinya mbak, kalau yg namanya nogosari hrs dibungkus daun, yg ini ya bukan nagasari.
Tapi kalau definisinya buah pisang disalut tepung beras, yang ini yo nagasari...

' Titi Leksono' said...

kalau yang aku tau sejak masih imut dulu sampai udah ubanan gini ....yang namanya nogosari ya buah pisang disalut tepung beras dan dibungkus daun pisang...jadi nogosari itu ya gambar yang bawah ....gitcu pak !!

elsye sur said...

mbakkkk aku baru datengg..hikkss..udah ketinggalan reply postingan yang ini yaa..:(..tengkiyuuu infonya mbakk..membantu bangett...:))) apalgi di jepun susah cari bahan tambahan makanan ;)

' Titi Leksono' said...

sama2 Els....
apalagi di jepun ...wong di Indonesia yang mayoritas muslim aja kita harus tetep selalu cek dan ricek kok

Nurul Fadlilah said...

iya sih emang dengan menambahkan ragi instan ato bread improver tuh bikin roti jadi empuk. Palagi kebanyakan orangkan suka bgtz kue yang ngembang baik gitu lah.
Tapi ternyata ragi instan yang biasanya kita sebut fernipan(ragi)itu juga g nyertain cap halal........
lalu???????

' Titi Leksono' said...

silahkan klik link yang aku copas itu ....disitu nanti ada kok menu "PENCARIAN PRODUK HALAL"....naaah kita bisa cari atau cek disitu apakah produk/merk itu sudah mendapat sertifikat halal dari MUI atau belum....silahkan monggo

' Titi Leksono' said...

untuk fermipan setelah saya cek di pencarian produk halal hasilnya seperti ini...

Fermipan Brown, Fermipan Red, Golden Speed, Mondeal, Hollandia
Sertifikat Halal diterbitkan oleh LP.POM MUI PUSAT, dengan nomor sertifikat halal 00100032111004, berlaku hingga 7 March 2009. Produk ini diproduksi oleh GB. Ingredients.


Kelompok Food Additives - Yeast Extract.

' Titi Leksono' said...

kalau dimasukkan kata kunci 'ragi instant' yang keluar ini ...

Pinnacle Compresed, Luxe, Mauripan, Pinneacle Ragi, Lucky Instant, Active Dry
Sertifikat Halal diterbitkan oleh LP.POM MUI PUSAT, dengan nomor sertifikat halal 00100006901197, berlaku hingga 8 March 2008. Produk ini diproduksi oleh PT Indo Fermex.


Kelompok Food Additives - Yeast Extract.

Leila Atika said...

setuju bgt mbak.
terus gmna kasusnya, kalo kita beli kue-kue di luar yang sudah ada sertifikat halalnya tp ternyata mereka diam2 masih menggunakan bahan baku yang syubhat tersebut mbak. Atau kalo seandainya juga kita boleh dikasih kue tersebut dari orang lain, yg dia membuatnya pake bahan baku syubhat tersebut.

Karena berdasarkan seminar dengan pembicara ketua POM MUI yang pernah aku ikuti, jangankan emulsifier, ternyata tepung juga banyak yang syubhat pada proses pembuatannya. Jadi untuk wara (hati-hati) dalam memilih makanan yang bener2 halal, sangat diperlukan ilmu yang mendalam yah mbak.

tapi memang kalo ragu2, lebih baik tinggalkan :)

' Titi Leksono' said...


- kalau ada produsen yang curang ...itu urusan dia dengan Yang Kuasa...bagaimanapun kita sudah berusaha hati2 dengan memilih yang sudah bersertifikat halal.

- misalnya kita dikasih kue oleh orang dan kita tau pasti memasaknya pakai bahan yang syubhat ...gampang to ..nggak usah dimakan....dan kalau orang itu muslim alangkah baiknya kita juga memberi tau tentang halal haram tsb.

- untuk tepung terigu kita juga pakai aja yang sudah ada di list halalnya MUI

betuuul....kalau ragu2 memang lebih baik kita tinggalkan saja !!!

Leila Atika said...

makin mantap nih penjelasannya teteh geulis. hehe

' Titi Leksono' said...

geulis tu kan yang buat minum ya ??

Seriyawati - said...

tfs mba Titi...:)

' Titi Leksono' said...

sama-sama mbak seri...

nurvita ningsih said...

jadi hati-hati sekarang kalau beli roti,,tfs mba

fatika nur cahyani said...

merk yg halal apa ya? Trlanjur beli yg ada aja di pasar tadi.

Dewi Fitriani said...

Bolehkah saya minta tolong diberikan daftar merk bahan-bahan tambahan kue yang halal? Please...terima kasih banyak ya...