Kalau melihat mereka berpelukan rasanya ayem, tentrem, dihati rasanya mak nyes, kayak minum air es di waktu musim panas. Tapi... jangan ditanya berapa menit pose seperti ini bertahan!!
Seperti hari ini ni..terdengar mbak Ivi berteriak, "Ibuu..uu dik Ia mukul!!". Dik Ia juga nggak mau kalah, "Ibuu..uu iniii..ii", sambil nunjukin pipinya yang merah kena cubitan mbak Ivi.
Kalau udah gini paling banter ibu cuma bisa bilang, "Udaa..aah jangan berantem terus to, ayo main yang bagus nggak boleh pukul-pukulan, nggak boleh cubit-cubitan!"
Muka mereka cemberut sambil memegangi tangan ibu satu-satu. Meskipun mereka nangis sambil minta dukungan ibu minta pembenaran atas tingkah lakunya tapi mending didiemin aja, paling sebentar juga mereka udah main sama-sama lagi.
Tu kan bener!!!
Tak lama mbak Ivi udah megang buku "belajar menulis"nya, dik Ia juga ikut-ikutan megang buku "orek-orekan"nya. Mbak Ivi kemudian bilang, "Yok belajar yok!!". "Yok ulis yok!", jawab dik Ia. Ya udah, selesailah pertengkaran itu dengan manisnya. Mereka kemudian udah sibuk ngambil alat tulis dan meja kecilnya, tak lama mbak Ivi mulai belajar nulis angka dibukunya dan dik Ia juga mulai menggambar imos dan itti (micky mouse dan kitty maksudnya!) kesukaannya, sambil ketawa-ketawa bersama.
Ah..
Mutiara-mutiaraku...kalian memang benar-benar harta yang tak ternilai bagi kami. Tangismu, tawamu seakan nyanyian merdu yang mengiringi setiap langkah kehidupan kami.
Masih segar dalam ingatan kami, betapa kelahiran kalian dulu begitu sangat kami harapkan, kami harus bersabar selama 10 tahun setelah kelahiran mas Ito, sampai akhirnya kesabaran itu berbuah manis. Mbak Ivi lahir setelah 2 kali ibu mengalami keguguran, dan dik Ia menyusul lahir 1,5 tahun kemudian.
Betapa kami dan mas Ito sangat bahagia waktu itu. Allah telah mendengarkan dan mengabulkan doa-doa kami. Dan Insya Allah kebahagiaan itu akan terus menyelimuti kami sampai kapanpun.
Ya Allah...
Terima kasih untuk kebahagiaan yang telah Engkau limpahkan kepada kami.
Amien!!
Friday, September 15, 2006
MBAK IVI DAN DIK IA
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
15 comments:
kenapa hi.hi...he..he..cantiknya...**
eh bang ahwaz cepet banget reaksinya, tadi kan ibu belum selesai nulisnya, hi..hi..maklum masih belajar nge-blognya
Memang anak harta yang paling berharga ya mba....Kami juga lama nunggu eiji baru nongol hampir 1,5 tahun.Ada anak jadi rasanya lengkap ya mba kebahagian.
mba ivi n dik ia maniez2 n cantik banget sun sayang ya muach
mba ivi, dik ia, smileee *_*
Buat Lini dan Lenny:
Dan yang pasti anak memang nggak mungkin tergantikan dengan apapun didunia ini ya, seberapapun mahalnya barang itu. Muach kembali buat eiji dan azka ya tante!!!
aku suka pose yg pake baju batik
gemeziiiiiiin :X
he..he..he dan kelihatan jogjanya ya pakai batik!
Mba Ivi, Mba Ia emang ayu-ayu...
Asyik.., ntar di Jogja main barengan ya...
ayoo..oo ntar sekolah bareng juga ya...
TPA nya juga barengan yooo...Asyiii...iiik!!!
Eh dik Zahra juga ayu lo!!
salam kenal ya mbak... juga buat mbak Ivi dan dik Ia...(sofa)
salam kenal kembali...
makasih ya udah mampir ke rumah kami...
Bahagia banget ya mbak menjadi seorang ibu dari 3 anak, (2 bontot yang imut pisan euy),
sayang Fathin gak bisa ngerasain hal itu... jarak antar satu dan yang lain jauh, maunya berantem mulu...
Uppss...
lebih dari bahagia ...mereka adalah bener2 anugerah yang tak ternilai bagi kami dari Allah...
kenapa berantem ?? yang rukun dong !!!
Post a Comment